Lomba Mengulas Buku dalam rangka memeriahkan Hari Buku Nasional





Sebab, kalau cuma makan, binatang juga bisa makan. Lantas, kalau cuma pakaian, binatang juga  punya bulu. Buku, bisa membaca, itulah yang membuktikan manusia punya kebanggaan, punya kebudayaan, punya peradaban.

 – Remy Sylado

Bidang Riset Pengembangan Keilmuan  IMM FKIP UMS 2020/2021 mengadakan Lomba Mengulas Buku dalam rangka memeriahkan Hari Buku Nasional yang jatuh pada tanggal 17 Mei 2021. Lomba ini ditujukan untuk mahasiswa/mahasiswi se-Indonesia. Peserta bisa memilih akan mengulas buku fiksi maupun buku nonfiksi. Lomba ini akan berlangsung selama bulan Mei dengan rentang waktu :  9 sampai dengan 25 Mei adalah waktu pendaftaran dan pengumpulan karya, 27 sampai 29 Mei adalah waktu penjurian, dan 30 Mei adalah waktu pengumuman pemenang Lomba. Seluruh rangkaian lomba akan berlangsung secara daring. Juara 1, 2, dan 3 pada lomba mengulas buku ini akan memperoleh hadiah berupa uang saku dan sertifikat juara. Setiap peserta yang telah mendaftar dan mengumpulkan karya akan mendapatkan sertifikat peserta. Lomba ini tidak dipungut biaya pendaftaran alias “Gratis”.

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk bagikan pengalaman membacamu dan cerita tentang buku kesukaanmu dalam lomba ini!

Ketentuan karya ulasan buku pada lomba kali ini adalah meliputi :

1.      Peserta bisa mengulas buku fiksi maupun nonfiksi.

2.      Karya memuat : Judul ulasan, identitas buku (judul buku, penulis, tahun terbit, penerbit, dan tempat terbit), swafoto pengulas dengan buku yang diulas, sinopsis buku, dan ulasan terhadap buku yang dibaca.

3.      Karya yang dikumpulkan adalah asli hasil ulasan peserta pribadi, tidak sedang didaftarkan dalam perlombaan lain dan karya belum pernah memenangkan lomba.

4.      Ketentuan penulisan :

·        karya maksimal 5 halaman,

·        ukuran kertas A4,

·        ditulis dengan font Times New Roman ukuran 12

·        margin  kiri, kanan, bawah, atas masing-masing 3 cm

·        spasi 1,15 cm

·        dikumpulkan dalam format pdf dengan penamaan : Nama Lengkap_Judul Ulasan_Asal Universitas.

5.      Karya yang menjuarai lomba ini berhak untuk diunggah di media milik IMM FKIP UMS

Kriteria penilaian dari lomba ulasan buku ini meliputi : Orisinalitas karya, penggambaran sinopsis buku, gaya bahasa, dan kecakapan penilaian terhadap buku yang diulas.

Demikian Lomba Mengulas Buku ini kami umumkan. Semoga dengan adanya kegiatan ini, dapat meningkatkan kecintaan pemuda/pemudi indonesia dengan buku. Dengan begitu budaya membaca menulis tetap lestari dan dengan itu generasi penerus peradaban bangsa akan kian bestari.

Salam Literasi!!! Atas partisipasinya kami ucapkan terimakasih : D

Link Pendaftaran lomba : http://bit.ly/LombaMengulasBukuIMMFKIP
Link Pengumpulan karya : http://immfkip.ums.ac.id/2021/05/lomba-mengulas-buku-dalam-rangka.html 

Share:

Webinar “Sambung Rasa Sambung Karsa di Lingkar Media guna Membangun Peradaban Bangsa” Sebagai Rangkaian Semarak Milad Ke-57 IMM FKIP UMS

 

Oleh : IMMawan Lalu Muhammad Ilham Fajri

KABID RPK IMM FKIP UMS

14 Maret 2021 lalu, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) telah menempuh usia yang cukup dewasa. Organisasi pergerakan dan perkaderan ini telah melewati berbagai tantangan zaman dengan berbagai lika-likunya. Jiwa yang tangguh dan nalar kritis kader-kadernya sangat diperlukan untuk menghadapi berbagai permasalahan tersebut. Dibutuhkan penanaman kesadaran yang kokoh untuk senantiasa meluruskan arah langkah untuk melawan kemungkaran dan mengajak kebenaran dan memperjuangkan hak-hak rakyat.

Di era kecanggihan teknologi ini, media massa merupakan aspek terpenting dan mempengaruhi kehidupan mayarakat. Kecanggihan media massa dapat mempermudah lalu lintas informasi dan pengetahuan termasuk juga lalu lintas ekonomi, budaya dan lain-lain. Namun, disamping manfaat itu, terdapat dampak-dampak negatif yang turut meyertai berkembangnya media massa. Misalnya hoax, hegemoni pemerintah ke arah yang buruk, penutupan isu, westernisasi, penghancuran budaya, persaingan ekonomi global dan lain-lain.

Dewasa ini, media bukan hanya sekedar sebagai sekumpulan informasi siap konsumsi tapi dapat juga digunakan sebagai amunisi dalam peperangan di tengah kecanggihan teknologi komunikasi. Dalam peperangan tersebut, media pers dan jurnalistik memiliki peranan penting untuk memperjuangkan aspirasi rakyat dan mencerdaskan rakyat. Untuk melakukan perjuangan tersebut, dunia pers dan jurnalistik perlu memegang sikap independen dan berupaya membebaskan diri agar tidak terikat dengan penguasa. Namun dalam kebebasan tersebut, pers dan jurnalistik bukan hanya mementingkan keuntungan pribadi. Perlu adanya tanggung jawab sosial.

Pentingnya menelisik dapur media massa agar dalam memproduksi warta berita agar mampu menyuarakan aspirasi dan perasaan rakyat, mendorong PK IMM FKIP UMS untuk menyelenggarakan webinar dengan tajuk “Sambung Rasa Sambung Karsa Di Lingkar Media Guna Membangun Peradaban Bangsa” dalam rangkaian Milad ke-57 IMM pada 27 Maret 2021 yang lalu.

Webinar kali ini dipantik oleh dua orang pemateri yang sama-sama bergerak di dunia jurnalistik dan media massa, yakni Adib Muttaqin Asfar yang merupakan editor berita di Solopos dan pegiat Aliansi Jurnalistik Independen Surakarta.  Pembicara kedua ialah Taufiq Nandito yang bergiat di Pandiva Media dan Surakartadaily. Di samping itu kegiatan ini juga dimoderatori oleh Mariliana Ariesta Vani Dari LPM Figur FKIP UMS. Wakil Dekan III FKIP UMS Bapak Taufik Nur Hidyat dan Ketua PC IMM Surakarta IMMawan Arif Nur Faudin turut memberikan sambutan dalam acara ini.

Webinar ini  membahas mengenai kondisi media massa terkini, peran penting jurnalis yang independen dan peduli sosial, bagaimana cara bermedia massa dengan positif dan produktif, dan bagaimana cara menyikapi persoalan-persoalan terkini terkait media masa. Kegiatan disambut dengan antusias oleh mahasiswa, baik dari kader-kader IMM maupun mahasiswa umum. Lebih dari 100 mahasiswa turut mengikuti kegiatan webinar ini.

Kegiatan webinar ini berjalan dengan lancar mulai dari pukul 09.00 sampai dengan pukul 12.10 WIB. Materi yang diberikan cukup luas namun dirangkai dalam penyampaian yang lugas dan santai sehingga sangat nyaman untuk disimak. Sesi diskusinya pun cukup seru, dibuka 2 sesi pertanyaan dan sekitar enam peserta turut bertanya dan berdiskusi dalam acara ini.

Webinar yang berlangsung beberapa bulan yang lalu ini, diharapkan mampu menjadi penyulut semangat kritis Mahasiswa yang memiliki tanggung jawab dalam mengawasi, memperjuangkan, dan menyuarakan hak-hak rakyat. Kepedulian mahasiswa terhadap media massa tentu menjadi pondasi penting dalam perjuangan tersebut.

Dokumentasi Kegiatan Webiar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Share:

Eksistensi Ideologi untuk Manusia

 


Oleh IMMawati Fathan Hasana Mucharom

Sekertaris Bidang Hikmah PK IMM FKIP 2019/2020

Manusia diciptakan Allah swt. dengan sempurna. Pasalnya, organisme manusia memiliki organ ‘otak’ yang bersemayam dalam raganya. Otak berhubungan erat dengan daya pikir, menurut (Daulay, Nurussakinah, 2017: 118) menyatakan bahwa otak bagian kiri andil besar dalam analitik logis. Artinya, ia berperan penting dalam pemberdayaan pikiran. Dalam buku “Islam dan Ipteks”, menurut (Shobron, Sudarno, dkk, 2019: 14-15) menyatakan bahwa daya pikir ‘berpikir’ memasuki ranah bagian fisik. Maknanya, akal berkaitan erat dengan adanya manusia terkait tugasnya dalam mengelola bumi. Sehingga, kedudukan otak masuk pada ranah logis yang realistis.

Implementasi daya pikir dapat ditinjau dari adanya konstruksi pikiran. Nanti, akan muncul paham-paham hasil penelaahan pikiran yang terdalam. Sebagian orang menggunakan hasil paham-paham itu dalam menyelesaikan kegiatannya. Sejalan dengan itu, dalam buku yang berjudul “Deskripsi Perencanaan Ketenagakerjaan”, menurut (Siagian, 1994), ia menyatakan bahwa perwujudan rencana masa depan dimulai dari rencana yang matang dengan melibatkan pemikiran. Jadi, daya pikir disepakati sebagai paham-paham yang nantinya dijadikan sebagai pandangan bagi manusia.

Berbicara mengenai manusia, maka tidak lepas dengan statusnya sebagai leader of this world. Status itu tertera jelas dalam Q.S. Al-Hujurat ayat 13. Kondisi demikian, memproyeksikan bahwa keseharian manusia membutuhkan acuan yang disepakati bersama dalam mewujudkan keidealan atau paling tidak mengurangi risiko adanya hal-hal yang semu. Menelisik pernyataan di atas, manusia sejatinya membutuhkan kepastian hasil konsensus bersama dalam wilayahnya.

Ibarat sebuah benda, konsensus diibaratkan sebagai cermin. Di mana salah satu fungsinya adalah sebagai tempat merefleksikan diri. Jika dipantulkan dengan adanya manusia yang ada dalam suatu bangsa, ini berkaitan erat dengan pemikiran yang dijadikan paham dan tentunya didasarkan atas keabsahan bersama. Dalam buku “Kekuasaan Politik: Perkembangan Konsep, Analisis, dan Kritik”, menurut (Efriza, 2016: 150), menyatakan bahwa keabsahan merupakan padanan kata dari legitimasi. Dalam buku yang sama (Efriza, 2016: 162-163), ia menyatakan bahwa adanya legitimasi ideologis. Di mana dapat diartikan bahwa pelaku-pelaku yang memiliki wewenang dalam berlegitimasi adalah pentolan yang dapat memonopoli pengetahuan ke dalam tatanan masyarakat. Secara halus, monopoli pengetahuan dikembalikan dengan istilah ideologi.

Berbicara tentang ideologi, dalam pendekatan filosofis yang menuntut adanya keradikalan berpikir, ideologi sejatinya adalah keadaan sosial yang nyata. Ideologi terbentuk atas keparsialan antara kekuatan pejabat teras dengan bumbu produksi hasil pengeja wantahan kebenaran sosial (Adian, Donny Gahral, 2011). Akhirnya, itu dipakai untuk cermin dalam perefleksian kehidupan berbangsa.

 

DAFTAR PUSTAKA

Adian, D. G., 2011. Setelah Marxisme: Sejumlah Teori Ideologi Kontemporer. Cetakan I ed. Depok: Koekoesan.

Efriza, 2016. Kekuasaan Politik: Perkembangan Konsep, Analisis, dan Kritik. Malang: Instans Publishing.

Sudarno Shobron, M. J. d. T. S., 2019. ISLAM DAN IPTEKS FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN. Edisi Revisi ed. Surakarta: LPPIK UMS.

Share:

Popular

Labels

Recent Posts

Label Cloud

About (2) Agenda (8) Artikel (21) bidang hikmah (1) Bidang Immawati (1) Bidang Kader (1) bidang SPM (1) BTKK (2) buletin (2) Data Base (1) ekowir (1) galeri (5) Immawan (2) Immawati (9) Informasi (8) islam (2) Kajian (1) MAKALAH (2) Opini (15) Organisasi (2) Profil (1) Puisi (4) Resensi (6) Review (1) struktur (1) Tabligh (2)

QOUTES

Tidak akan ada kebenaran yang muncul di kepala, bila hati kita miskin akan pemahaman terhadap ajaran agama Allah.
-KH.Ahmad Dahlan