Tak kenal maka tak sayang : Bahagia Bersama di Kader Day 2021

Bahagia Bersama di Kader Day 2021 

Oleh: IMMawati Fatiya Fathin Qorisa Ayun

Sekretaris Bidang Kader PK IMM FKIP 2021-2022

Surakarta - Tak kenal maka tak sayang. Kalimat yang sering kita dengar ketika kita mengawali pembicaraan dalam sebuah awal pertemuan. Kalimat yang menggambarkan bahwa perkenalan mengantarkan kita ke depan pintu gerbang sebuah perasaan, yaitu kasih sayang. Tidak salah, apabila perkenalan menjadikan kita bisa bersatu dalam sebuah ikatan.

            Kader Day 2021 telah terlaksana dengan sedemikian apik dan secara kolektif pada hari Sabtu dan Minggu, 18 – 19 Desember 2021 di SMK Muhammadiyah 4 Boyolali. Kegiatan ini sebagai bentuk follow up Masa Ta’aruf (Masta) yang telah dilakukan pada Agustus lalu. Kader Day tahun ini mengangkat tema “Menghidupkan Rasa Kebersamaan dalam Satu Ikatan”, di mana target utamanya adalah para kader baru 2021. Peserta dihadiri dari berbagai komisariat yang ada di PC IMM Kota Surakarta. IMM FKIP UMS sendiri memberangkatkan 17 kader yang terdiri dari 6 (enam) IMMawan dan 11 (Sebelas) IMMawati. Untuk pemberangkatan ke lokasi Kader Day, IMM FKIP UMS berangkat bersama dengan PK IMM Avicenna menggunakan Bus dengan tujuan menjalin silahturahmi dan meminimalisir adanya hal tak terduga di tengah perjalanan. Selain itu para kader IMM FKIP UMS dalam berkegiatan di Kader Day ditemani juga oleh pimpinan IMM FKIP UMS yang sekaligus menjadi Panitia Lokal (Panlok) yang terdiri 11 Panitia Lokal komisariat PK IMM FKIP UMS. Meskipun kegiatan ini masih dilaksanakan dalam nuansa pandemik, tetapi hal itu tidak memadamkan antusiasme para kader IMM FKIP UMS untuk mengikuti kegiatan Kader Day 2021.

            Kader Day tahun 2021 disambut sangat baik oleh seluruh elemen ikatan, di mana tahun 2020 sebelumnya kegiatan ini ditiadakan mengingat kasus Covid-19 yang sedang tinggi-tingginya. Kegiatan ini turut membangun rasa kenyamanan pada diri kader dengan bertemu teman baru dan berkenalan satu sama lain, mengingat bahwa IMM bukan hanya organisasi yang kaku, berkutat pada diskusi-diskusi, tapi IMM organisasi yang juga menggembirakan, sebagaimana yang dijelaskan oleh Ketua Umum PC IMM Kota Surakarta, IMMawan Yogo Tri Wibowo




            Kader Day berlangsung dengan berbagai macam kegiatan, mulai dari Kajian Ayat Perkaderan yang diisi oleh Korps Instruktur PC IMM Kota Surakarta, Pentas Seni, dan Outbond yang mengasyikkan.

            Harapan besar dengan adanya Kader Day 2021 ini, menumbuhkan semangat berorganisasi pada diri kader, khususnya kader PK IMM FKIP UMS. Mengenalkan bahwa IMM adalah organisasi yang dinamis, tidak melulu perihal diskusi dan aksi, namun banyak perihal lain yang menggembirakan dan menambah kasih sayang dalam ikatan. Menambah relasi dan solidaritas antar kader komisariat PK IMM FKIP sendiri maupun antar kader komisariat lain.

 Segala hal yang baik pasti datang untuk mahasiswa yang sedang menunggu. Akan tetapi, hal yang lebih baik tentunya akan datang kepada mahasiswa yang bergerak untuk mendapatkannya, dan jadilah seperti itu.

Fastabiqul Khairat

IMM JAYA!

IMM JAYA!

IMM JAYA JAYA JAYA!

Share:

Apa yang Perlu Kita Renungkan Saat Ini?


Menilik Perempuan dalam Pandangan Islam 

Bedah Ayat (QS. An-Nisa’ : 1)

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَٰحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَآءً ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)-nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.

Gambar: Kajian komprehensif 1

Salah satu ayat yang menjelaskan tentang penciptaan manusia termaktub dalam QS.An-Nisa ayat 1. Ayat ini dijadikan sebagai pembuka kajian komprehensif 1 yang diadakan pada Jum'at, 3 Desember 2021 bertepatan pada peringatan 16 HAKTP oleh bidang IMMawati PK.IMM FKIP UMS . 

Poin yang digaris bawahi pada bedah ayat ini yakni terkait dengan manusia telah diciptakan secara berpasang-pasang. Dijelaskan dalam ayat ini bahwa Allah menciptakan laki-laki dan perempuan secara berpasang-pasang supaya ketika keduanya bersatu dapat melahirkan keturunan yang banyak (berkembangbiak). Dengan diciptakannya manusia yang berpasang-pasang diharapkan adanya rasa saling menghormati dan menghargai antar keduanya. Perbedaan yang melekat pada masing-masing diharapkan tidak menjadikan mereka saling beradu keunggulan, akan tetapi adanya perbedaan itu dapat menutupi atau menyempurnakan kekurangan yang ada dalam diri mereka. Dengan demikian seyogyanya baik laki-laki maupun perempuan hendaknya saling mendorong atau mendukung untuk senantiasa ber-amar makruf nahi munkar. Ada beberapa hal yang penjadi pembahasan pada kajian komprehensif 1, diantaranya

Perempuan dalm pandangan Islam, perjuangan dan strategi Rasulullah mengangkat derajat perempuan

Telah kita ketahui bahwa perempuan pada masa jahiliyah dipandang sebagai sesuatu yang hina bahkan kehadirannya dianggap sebagai aib. Masyarakat jahiliyah pada masa itu tidak ada yang menginginkan kehadiran seorang perempuan dalam keluarganya. Ketika seorang istri melahirkan bayi perempuan maka bayi tersebut akan langsung dibunuh bahkan dikubur hidup-hidup oleh keluarganya. Betapa keji perilaku yang dilakukan oleh masyarakat jahiliyah pada masa itu. Tak hanya itu kedudukan perempuan selalu mendapatkan posisi di bawah laki-laki. Dalam pengambilan keputusan, perempuan harus mengikuti apa yang menjadi keputusan laki-laki. Perempuan saat itu seakan dibungkam agar tidak bisa berteriak, padahal dirinya sedang berada dalam ketidakadilan. Penindasan terhadap perempuan juga tercermin dalam pelaksanaan pernikahan masa jahiliyah.

Pada masa jahiliyah, masyarakat melakukan tradisi dan praktik buruk dalam pernikahan. Praktik pernikahan pada masa itu terbagi menjadi 4 yakni pernikahan al-wiladah, pernikahan al-istibdha’, pernikahan al-rahth dan pernikahan al-rayah. Pernikahan al-istibdha’ merupakan pernikahan yang dilakukan dimana seorang suami meminta agar istrinya pergi kepada laki-laki terpandang untuk minta dicampuri hingga memperoleh keturunan atau hamil dari laki-laki tersebut. Tujuan dari pernikahan tersebut adalah untuk memperoleh keturunan yang unggul. Itulah salah satu praktik pernikahan yang dilakukan oleh masyarakat jahiliyah. Nampak sekali bukan, kebodohan masyarakat pada masa itu. Betapa hinanya perlakuan yang diberikan kepada perempuan pada masa itu. Namun dengan datangnya Rasulullah bersama Islam, perempuan memperoleh perlakuan yang adil dan terhormat.

Rasulullah sebagai uswatun hasanah selalu memberikan teladan yang baik bagi umatnya, salah satunya dalam memperlakukan perempuan. Rasullah memberikan contoh memperlakukan perempuan dengan baik dimulai dari dalam keluarganya sendiri. Hal pertama yang dilakukan rasulullah dalam mengangkat derajat perempuan yakni, memberikan hak bagi perempuan untuk bersuara atau berpendapat. Dimana kita tahu bahwa suara perempuan pada masa jahiliyah tidak pernah dihiraukan. Hal ini nampak ketika rasulullah mengalami kesulitan dalam ekonomi semasa pernikahannya dengan Hafshah binti Umar. Rasulullah saat itu hendak menceraikan hafshah, akan tetapi rasul tak lantas memutuskan hal ini secara sepihak. Beliau telebih dahulu menanyakan pendapat hafshah akan keputusan yang hendak diambilnya. Pada saat itu hafshah tidak menghendaki adanya perceraian, dengan demikian rasul menghargai pendapat istrinya dan tak jadi menceraikannya. Dalam hal ini nampak bahwa rasul selalu mempertimbangkan pendapat perempuan untuk mengambil sebuah keputusan.

Kedua, rasulullah menghargai eksistensi dan independensi perempuan. Dalam sebuah kisah diceritakan bahwa ada seorang perempuan bernama Khansa bin Khadzdzam mendapatkan pinangan dari 2 orang pria dalam waktu yang bersamaan. Singkat cerita pilihan yang ditetapkan Khansa dan ayahnya berbeda, sehingga ayahnya memaksakan untuk menikah dengan pria pilihan ayahnya. Khansa kemudian menemui rasulullah dan berkata, “ayahku telah memaksaku untuk menikah tanpa restuku, ya rasulullah”. Rasulullah menjawab, “ tidak ada pernikahan dengannya, nikahilah seseorang yang kamu kehendaki”. Mendengar ucapan rasulullah, Khansa lantas memutuskan untuk menikah dengan pria pilihannya. Betapa rasulullah memperhatikan independensi perempuan dalam membuat keputusan sesuai dengan kehendaknya. Tak hanya kedua hal tersebut, rasulullah juga memberikan hak hidup yang sama antara perempuan dan laki-laki. Hal tersebut nampak ketika adanya perolehan hak warisan bagi perempuan yang semula pada masa jahiliyah, perempuan tidak mendapatkan sepeserpun harta warisan.

Tokoh Perempuan dalam Islam

Shafiyah binti Abdul Muthalib

Salah satu tokoh perempuan dalam islam yang tidak asing adalah Shafiyah binti Abdul Muthalib. Beliau merupakan bibi rasulullah SAW. Shafiyah merupakan seorang mujahidah yang turun langsung ke medan perang uhud. Perannya dalam peran uhud tidak hanya menyiapkan logistik ataupun mengobati mujahid perang uhud yang terluka akan tetapi turut berpartisipasi di medan perang. Ketika pasukan muslimin kocar-kacir dan membelot dari rasulullah, Shafiyah tetap berdiri tegak mengibaskan tombak ke musuh.

Ummu Salamah

Ummu Salamah merupakan salah satu istri rasulullah yang memiliki andil besar membantu rasulullah memenangkan hati umat islam pasca perjanjian hudaibiyah. Salah satu isi dari perjanjian hudaibiyah adalah adanya larangan bagi rasulullah dan umat muslim untuk masuk ke mekkah selama 1 tahun. Dengan demikian hal tersebut menuai banyak protes dari kaum muslimin dan mendesak rasulullah untuk mengkhianati perjanjian tersebut karena memang sebelumnya pihak kaum Quraisy terlebih dahulu melakukan pengkhianatan. Menghadapi situasi ini, rasulullah merasa sedih kemudian pergi ke Ummu Salamah untuk mendengarkan saran dari istrinya. Mendengarkan keluh kesah sang suami, Salamah menyarankan rasulullah agar tetap menjalankan aktivitas sebagaimana mestinya dan mendiamkan protes dari umatnya sebagai bentuk demo untuk menyadarkan kaum muslimin supaya berada di jalan lurus. Pada musim haji rasulullah tetap melaksanakan ibadah kurban meskipun menuai banyak protes di masyarakat. Namun berkat masukan dari sang istri, kaum muslimin manjadi sadar bahwa yang mereka lakukan adalah hal yang salah. Dalam hal ini nampak bahwasanya peran perempuan sangatlah penting dalam berbagai ranah kehidupan.

Share:

Sudahkah Kita Mengetahui Makna Aqidah?

sumber: https://blog.anteraja.id/kemudahan-alquran-digital-pen

Oleh : Inayah Septiani 
Anggota Bidang Tabligh dan Kajian Keislaman PK IMM FKIP 2021/2022

Makna Aqidah

Secara etimologis, aqidah berakar dari kata ‘aqada – ya’qidu – ‘aqdan – ‘aqidatan.  ‘aqdan memiiliki bebrapa makna yaitu simpul, kokoh, ikatan, dan perjanjian. Kemudian aqidah berarti keyakinan, jadi aqidah adalah sesuatu yang diyakini oleh seseorang.

Setiap manusia memiliki fitrah untuk mengakui kebenaran.

Indera untuk mencari kebenaran, akal untuk menguji kebenaran, dan wahyu untuk menjadi pedoman dalam menentukan mana yang benar dan mana yang tidak. Misalnya tentang Tuhan, mungki ketika kita masih kecil sering bertanya kepada orangtua kita, siapa sih Tuhan kita, untuk apa kita diciptakan, apa yang akan terjadi setelah kita mati, dan lain sebagainya. Dengan indera dan akal dia bisa membuktikan adanya Tuhan, tetapi hanya wahyulah yang menunjukkan kepadanya siapa Tuhan yang sebenarnya.

Sumber Aqidah

Sumber aqidah islam adalah Al-Qur’an dan Sunnah. Sehingga informasi apa saja yang wajib diyakini hanya diperoleh melalui Al-Qur’an dan Sunnah. Sedangkan akal bukanlah sumber aqidah, namun ia berfungsi untuk mamahami kedua sumber aqidah tersebut.

TAUHID

Tauhid adalah mengakui keesaan Allah, dengan membersihkan keyakinan dan pengakuan tersebut dari segala kemusyrikan. Tauhid mempunyai kedudukan dan fungsi sentral dalam kehidupan muslim. Tauhid menjadi dasar aqidah, syariat, dan akhlak.

Macam-macam tauhid menurut Ibnu Taimiyah dan Muhammad bin Abdul Wahhab

  1. Tauhid Rububiyyah: iman kepada Allah sebagai Pencipta, Penguasa, Pengatur segala urusan yang ada di alam semesta. Di dalam Al-Qur’an terdapat pada salah satu ayat yaitu al-Fatihah ayat 2.
  2. Tauhid al-Asma wa al-Sifat adalah penetapan dan pengakuan yang kokoh atas nama-nama dan  sifat Allah yang luruh berdasarkan petunjuk Allah Al-Qur’an dan petunjuk Rasulullah. Di dalam Al-Qur’an terdapat pada salah satu ayat yaitu al-Fatihah ayat 3.
  3. Tauhid Al-Uluhiyyah yaitu Keesaan Allah dalam ibadah, ibadah hanya Tuhan dan karena itu saja. Di dalam Al-Qur’an terdapat pada salah satu ayat yaitu al-Fatihah ayat 5 dan pada kalimat syahadat laa ilaaha illallah.
Share:

Implementasi TIK Dalam Pendidikan di Indonesia Selama Tahun 2014 - 2019

 

sumber gambar : www.republika.co.id

Oleh : IMMawati Nisatul Nur 'Aini
Sekretaris Bidang Media dan Komunikasi PK IMM FKIP 2021/2022

      
        Di era sekarang ini implementasi TIK di dalam dunia Pendidikan merupakan suatu keharusan yang ada. Sudah banyak negara yang sudah mengimplementasikan TIK di dalam sector pendidikannya seperti china dan singapura, akan tetapi masih banyak juga negara yang belum bisa mengimplementasikannya. Indonesia merupakan salah satu negara yang belum maksimal mengimplementasikan TIK dalam Pendidikan karna Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari banyak pulau sehingga TIK belum sepenuhnya menyebar ke seluruh penjuru Indonesia. Meskipun di Indonesia rata rata sudah memakai system ICT di bidang budaya dan Pendidikan akan tetapi pengimplementasian tersebut masih belum bisa dikata sukses.

    Pada tahun 2004. Pusat kurikulum Balitbang Depdiknas meluncurkan Kurikulum 2004 (KBK) yang mana kurikulum tersebut memasukkan TIK sebagai mata pelajaran yang wajib. Tapi kurikulum yang memasukkan TIK sebagai pelajaran wajib ini belum terselenggarakan dengan maksimal karna tidak banyak sekolah memiliki infrastruktur TIK yang baik, apalagi di daerah luar pulau Jawa. Dua tahun kemudian, di tahun 2006 KBK ini direvisi dan diganti menjadi kurikulum 2006 (KTSP). Perbedaan KTSP dan KBK ini terletak pada bobot materi yang diberikan, materi TIK di KTSP relatife lebih simple dan lebih mudah. Setelah diluncurkannya program IGOS (Indonesian, Go Open Source ) pada tahun 2004 secara bertahap pihak universitas, pemerintah dan sekolah menggunakan Perangkat Lunak Bebas dan Sumber Terbuka (FOSS) untuk kegiatan manajemen, administrasi, serta pembelajaran. Pada tahun 2006, Pemerintah menandatangani MuO dengan Microsoft yang juga pada tahun 2011 disetujui oleh kemendiknas. Berdasarkan hal tersebut program FOSS dianggap gagal. Pada tahun 2013, pemerintah meluncurkan kurikulum baru yaitu Kurikulum 2013 yang mana pelajaran TIK dihapuskan. Hal ini mengakibatkan banyak guru TIK kehilangan pekerjaannya. Teknologi Informasi dan Komunikasi pada Kurikulum 2013 dimanfaatkan sebagai alat pembelajaran (ICT for learning) yang terintegrasi pada semua mata pelajaran karena pada hakikatnya, saat ini semua kegiatan kehidupan termasuk pembelajaran, berbasis TIK. Meskipun TIK tidak dimasukkan kedalam daftar pelajaran tapi TIK menjadi wadah dan sebagai fasilitator untuk matapelajaran lainya.

    Keberhasilan implementasi TIK ditentukan oleh bebrapa factor diantaranya adalah strategi perencanaan dan pendekatan TIK. Agar Implementasi TIK berjalan lebih cepat Langkah yang perlu diambil adalah melakukan pengembangan profesionalitas melalui Collaborative Desain dan keberadaan Komunitas Praktik. Oleh karna itu, Implementasi TIK itu sngat penting untuk diterapkan dalam pendidikan di Indonesia. Karena dengan pengimplementasian TIK dalam pendidikan secara maksimal bisa mengejar ketertinggalan dalam sector Pendidikan sehingga bangsa ini bisa lebih maju.

Share:

Momentum Sakral: Pelantikan PK IMM FKIP UMS

 Lahirnya Profil Ikatan yang Bernalar Kritis


Oleh: IMMawati Sovia Nur Khasanah

Sekretaris Bidang Organisasi PK IMM FKIP 2021-2022


“Dan hendaklah kalian selalu dalam khittahku : tidak menduakan Muhammadiyah dengan organisasi lain, tidak dendam, tidak marah, dan tidak sakit hati jika dicela dan dikritik, tidak sombong dan tidak berbesar hati jika menerima pujian, tidak jubria (ujub, kikir, riya) mengorbankan harta benda, pikiran dan tenaga dengan hati ikhlas dan murni, bersungguh hati terhadap pendirian” K.H. Ahmad Dahlan 


Pelantikan bukanlah sekedar momentum untuk menunjukkan eksistansi sebagai pimpinan baru. Akan tetapi, sebuah momen sakral untuk mengesahkan bahwa telah ada tanggung jawab baru yang telah diemban pada pundak kita. Pelantikan juga sebagai bentuk selesainya kepengurusan periode sebelumnya dan disahkannya periode selanjutnya. Bagaimana perasaan kalian ketika masuk dalam akhir periode? Apakah bahagia karena merasa tugasnya akan selesai? Atau malah bersedih karena akan berpisah dengan kawan seperjuangan?                                                                                                          

IMM komisariat FKIP telah melakukan pelantikan pada hari Rabu, 24 November 2021 di Auditorium Mohammad Djazman kampus 1 UMS.  Pelantikan ini diikuti oleh 47 pimpinan baru yang hadir dalam forum offline ataupun online.   Dalam pelantikan ini dihadiri langsung oleh ketua Pimpinan Cabang Surakarta yakni Immawan Yogo Tri Wibowo. Selain itu, pelantikan ini juga dihadiri oleh perwakilan ormawa dan komisariat se-Cabang Surakarta serta beberapa alumni PK IMM FKIP. Dalam pelantikan ini juga ada penampilan dari Kummuh yang merupakan komunitas musik dari IMM Komisariat FKIP, dimana dalam penampilan pelantikan ini memberi kesempatan kepada kader untuk menampilkan potensi terbaiknya.

Tema yang diangkat dalam pelantikan tahun ini adalah “Menakhllikkan Jiwa Intelektual dan Benalar Kritis dalam Ikatan guna Membangun Kepemiminan yang Berkemajuan”. Maksud dari Tema tersebut yakni sebagai harapan dari mulainnya kita dilantik dengan tumbuhnya jiwa-jiwa intelektual dan bernalar kritis sebagai gerakan mahasiswa, sebagai akademisi, sebagai kaum intelek yang mana nantinya berguna bagi kerberlangsungan ikatan kita, supaya dalam setiap langkah yang kita lakukan mampu mewujudkan kepempimpinan yang berkemajuan, dinamis, dan mampu menghadapi problematika yang ada dengan berpikir kritis dan pertimbangan lain yang mampu mencerminkan sosok intelek lainnya. 

Ketua PK IMM FKIP periode 2021/2022 dalam sambutannya mengatakan "Kader-kader IMM haruslah memiliki dasaran  ideologi yang kuat, terutama perihal Tri Kompenesi Dasar yang harus tertanam dalam diri sebagai bentuk profil kader ikatan, sehingga nantinya ketika kader tersebut keluar dari ikatan akan dapat membawa dampak signifikan untuk Muhammadiyah. Karena IMM sesungguhnya adalah ortom Muhammadiyah. Dari Muhammadiyah untuk Muhammadiyah” 

Dalam serangkaian acara pantikan ini juga diadakan Stadium General dengan pembicara Immawan Achmad Santoso, S.Pd., M.Pd. Beliau berpesan untuk meningkatkan budaya membaca, budaya diskusi, memperkuat jiwa kewirausahaan disamping memperkuat kecerdasan intelektual serta memanfaatkan perkembangan media secara makasimal”

Penanaman nilai dasar ikatan haruslah mampu diinternalisasikan dengan maksimal sehingga mampu mencapai titik tertinggi untuk dapat menggerakan ghirah dalam ber IMM untuk perjuangan Muhammadiyah. Semoga dengan pelantikan dan struktur pimpinan IMM Komisariat FKIP yang baru ini dapat mengemban  amanah dengan sebaik-baiknya dan mampu membetuk profil kader ikatan yang bernafaskan intektual.

 

IMM JAYA!

IMM JAYA!

IMM JAYA JAYA JAYA!


Share:

Hari Guru Nasional : Sentuhan Kecil untuk Bangsa

 

Hari Guru Nasional : Sentuhan Kecil untuk Bangsa

 


Oleh IMMawan Achmad Mahbuby

Ketua Umum PK IMM FKIP 2021-2022


“Engkau bagai lilin yang selalu menerangi setiap kegelapan semoga setiap lelahmu melahirkan generasi tangguh dan berakhlak mulai”

Ki Hajar Dewantara

Dari kutipan diatas berkonteks pada sosok seorang guru yang diibaratkan sebagai sebuah lilin yang menyala dalam kegelapan, hingga sosoknya memberikan cahaya dalam gelap gulita yaitu kebodohan.

Semua orang dapat menjadi seorang guru, karena pada hakekatnya seorang guru tidaklah harus bergelar S.Pd untuk dapat dikatakan bahwa Ia adalah seorang guru, namun lebih daripada itu bahwa dia yang mampu untuk memberi jalan (ilmu) dan menjadi suri tauladan bagi semua orang juga dapat dikatakan sebagai sorang guru.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) FKIP UMS dalam dua pekan sekali selalu berkunjung ke TPA Masjid Baitul Munajad  yang terletak di kecamatan Ngemplak dalam rangka memberikan bimbingan dan arahan kepada anak-anak di TPA tersebut dengan materi yang berkaitan dengan nilai-nilai keislaman. Kegiatan rutin ini sebagai sebuah pengabdian mahasiswa kepada masyarakat setempat serta sebagai bentuk pengamalan “ilmu adalah amaliah dan amal adalah ilmiah”.

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, banyak sekali anak-anak yang antusias untuk belajar tentang materi keislaman tersebut, seperti belajar menghafal nama-nama Allah SWT, kitab-kitab Allah, sifat nabi, kisah-kisah nabi, belajar doa-doa keseharian dan lain sebagainya. Remaja masjid baitul munajad juga turut antusias dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, dengan membatu para mahasiswa untuk mengajar anak-anak.

Semoga dengan sentuhan kecil ini akan mampu untuk memberikan perubahan yang besar bagi bangsa dan agama. Dari IMM untuk kemajuan pendidikan Bangsa Indonesia

IMM JAYA !

IMM JAYA !

IMM JAYA ! JAYA ! JAYA !








Share:

PUBLIKASI MASTA 2021

 

 

No.

Dokumentasi Agenda

Nama

Link Akses

1.


 

Rapat Progress Kinerja Masing-Masing Sie

(Senin, 16 Agustus 2021)

 

2.


 

TM Masta Virtual IMM

(Kamis, 26 Agustus 2021)

3.

 

Masta I

 (Jumat, 27 Agustus 2021)

Sumber : *kelas K kloter I

 

4.

 

Masta II

 (Sabtu, 28 Agustus 2021)

Sumber : *kelas besar kloter II

Evaluasi PMK pasca Masta

(Rabu, 1 September 2021)

5.

 

Evaluasi PMK pasca Masta

(Rabu, 1 September 2021)

 

PRA PELAKANAAN KEGIATAN

Sebuah kegiatan dapat berajalan sesuai harapan adalah suatu keinginan dari penyelenggaranya. Maka dari itu, perlu adanya persiapan dengan sungguh-sungguh serta koordinasi dan komunikasi yang baik.  Pada masa pandemi ini, demi merealisasikan hajat perkaderan melalui rangkaian acara Masta Vitual IMM. Maka, dibentuklah sebuah kepanitiaan, yang terdiri dari Penanggung Jawab (PJ), Master oof PMK, Steering Commitee (SC), dan Organizing Commitee (OC). Supaya, persiapan dan pelaksanaan Masta dapat berjalan dengan optimal walaupun harus Work From Home (WFH). PJ adalah penanggung jawab utama atas kegiatan ini. SC adalah komponen kepanitiaan yang bertugas untuk mennyusun konsep acara, mengarahkan, dan mengontrol terhadap panitia secara keseluruhan. Sedangkan OC adalah sebagai motor penggerak jalannya agenda ini. OC terbagi atas ketua panitia, sekretaris panitia, bendahara panitia, dan seksi-seksi panitia.

Rapat virtual I dimulai pada tanggal 16 Agustus 2021. Disana menetapkan bahwa pelaksanaan Masta harus diberlangsungkan secara daring. Dikarenakan, ditinjau dari kegiatan Masta Virtual IMM tahun kemarin dan melihat kondisi pandemi yang belum memungkinkan untuk melakukan kegiatan secara luring. Dalam serangkaian berlangsungnya Masta, panitia tidak hanya berkerja profesional berdasarkan tugas masing-masing, tetapi saling membantu satu sama lain (kolektif kolegial).

Sistematika pendaftaran dimulai sejak tanggal 13 Juli 2020 dilakukan melalui g-form, melalui link https://forms.gle/AALc6Qm1wYbzdN1z6 Di mana pada tanggal 20 Agustus terakumulasi sejumlah 1341 pendaftar. Seiring pada hari Masta ada mahasiswa yang mengundurkan diri dari UMS, tidak mengikuti Masta PMB 2021, dan terjadi human error saat pengolahan data di google form yang mengakibatkan identitas ganda pada beberapa peserta.

Setelah melakukan pendaftaran, mahasiswa diarahkan untuk melakukan verifikasi. Verifikasi dilakukan secara daring melalui chat WhatsApp dengan mengkontak contact person yang telah disematkan di pengumuman WhatsApp Groups dan Instagram.

Pasca verifikasi, peserta diarahkan untuk membuat konten video yang berjudul ‘What Do You Know About IMM’. Disana, peserta dihantarkan untuk berkenalan dengan IMM sebelum kegiatan Masta berlangsung (warming up section). Selanjutnya, video tersebut diunggah pada akun instagram masing-masing peserta.

Kemudian, pra pelaksanaan ditutup dengan mini talkshow yang berlangsung di Instagram akun milik pkimmfkipums dengan tajuk ‘Bincang Seputar Masta IMM 2021’. Kegiatan ini diadakan pada tanggal 26 Agustus 2021 yang membahas tentang pelaksanaan Masta IMM 2021 dimana kegiatan ini berbeda dari tahun lalu.

PELAKSANAAN KEGIATAN

Pada tahun ini, Masta 2021 bertemakan Bersama IMM Menggali Potensi Mahasiswa Menuju Sumber Daya Pendidikan yang Berkarakter di Era Pandemi.” Masta tahun ini seperti tahun lalu yang diadakan secara daring sesuai dengan arahan dari kampus. Dalam agenda ini, terdapat Pemandu Materi Kelas (PMK) yang akan membersamai peserta selama kegiatan berlangsung. Media penghubung dua komponen tadi adalah WhatsApp Groups, Google Meet, dan Zoom. Masta Virtual IMM diselenggarakan pada pukul 06.30-16.00 WIB. Kloter I dimulai pada Jumat, 27 Agustus 2021 dan kloter II dimulai pada Sabtu, 28 Agustus 2021. Selama Masta, baik PMK ataupun peserta mengenakan busana dominan merah.  Untuk penjelasan Masta lebih lanjut. Dapat disimak melalui keterangan di bawah dan beberapa lampiran.

MASTA I

            Dimulai pada Jumat, 27 Agustus 2021 dengan jumlah peserta sekitar 702 mahasiswa. Mulanya para PMK stand by di WhatsApp Group kelas mereka untuk melakukan presensi dan rekap pada pukul 07.00. Selain presensi, para PMK juga menyempatkan memberikan arahan selama pertemuan di gmeet berlangsung. Lalu, PMK lainnya menyiapkan ruang meeting. Selanjutnya, salah satu PMK memberikan intermeso terkait materi yang hendak dibahas sekaligus melakukan taaruf ceria hingga pukul 07.50. Lalu, peserta menghadapi materi I yang bertema Muhammadiyah di Era Milenial’ hingga pukul 09.00. Pada pukul 09.20 peserta tetap di ruang zoom pergantian materi II yang bertema ‘Motivasi Organisasi dan Pengantar Gerakan’ hinnga pukul 10.30. Selanjutnya peserta diminta untuk mengumpulkan resume materi I dan II hingga pukul 12.00.

MASTA II

MASTA 2 diselenggarakan tanggal 28 Agustus 2021 dengan jumlah peserta kurang lebih 600 mahasiswa. Jumlah peserta pada kloter 2 berkurang dari jumlah Kloter 1 karena diratakan di kloter 1 dengan jumlah kelas 21 dan kloter 2 tetap 21 kelas tetapi dengan jumlah peserta yang lebih sedikit. Tidak ada perbedaan dalam penyelenggaraan masta di google meet semua sama seperti kloter 1 dengan susunan mahasiswa presensi terlebih dahulu di WAG kelas dengan PMK setelah pukul 07.00 WIB peserta diarahkan untuk masuk ke Zoom dengan link yg sudah diberikan CO-PMK. Masta Kloter 2 ini berjalan lancar walaupun ada beberapa hambatan seperti sinyal yang tidak stabil, kehabisan kuota, ada beberapa anak yang tidak aktif, dan lain sebagainya.

PASCA PELAKSANAAN KEGIATAN

Setelah selesai Masta I, panitia dan PMK melakukan evaluasi melalui Google Meet. Evalusi ditujukan terkait kendala para PMK dan peserta serta penyampaian strategi Masta selanjutnya.  Selanjutnya, untuk peserta kloter I dan kloter II ramah tamah dengan PMK perkelas juga diberikan program lanjutan yang sama. Para PMK kelas menentukan waktu untuk melakukan QnA sebagai media untuk pendalaman. Setelah sesi QnA selesai, maka peserta kloter I dan kloter II baru mengerjakan follow up Masta berupa mengikuti diskusi kajian online yang diselenggarkan PK IMM FKIP UMS.

 

 

Share:

Popular

Labels

Recent Posts

Label Cloud

About (2) Agenda (8) Artikel (21) bidang hikmah (1) Bidang Immawati (1) Bidang Kader (1) bidang SPM (1) BTKK (2) buletin (2) Data Base (1) ekowir (1) galeri (5) Immawan (2) Immawati (9) Informasi (8) islam (2) Kajian (1) MAKALAH (2) Opini (15) Organisasi (2) Profil (1) Puisi (4) Resensi (6) Review (1) struktur (1) Tabligh (2)

QOUTES

Tidak akan ada kebenaran yang muncul di kepala, bila hati kita miskin akan pemahaman terhadap ajaran agama Allah.
-KH.Ahmad Dahlan